Blog

Memakai Hijab Tidak Akan Menghalangi Karir

Ada sebersit ragu sampaip di hati Inez Ayuningtyas ketika ia memutuskan terjun ke dunia entertainment. Gadis kelahiran Bekasi, 3 Desember 1994 itu pernah bertanya-tanya dalam hatinya, apakah mungkin ia menjadi seorang bintang film serta masih mempertahankan busana jilbabnya.

“Saya mengenakan jilbab sejak duduk di bangku SMP Istiqamah Bandung. Sehingga saya pernah ragu, apakah saya dapat menekuni dunia keartisan dengan masih mengenakan jilbab,” ucap bungsu dari tiga bersaudara itu saat berbincang

Suatu hari, tahun 2015, putri dari pasangan Dede Hikmat (Bandung) serta Dedeh Natriyah (Cianjur) itu mengikuti audisi yang diselenggarakan oleh Film Maker Muslim di Pejaten Village Jakarta. “Dulu saya bukan berani serta minder. Makanya saya ikut audisi, agar dapat lebih aktif serta percaya diri,” tutur Inez mengungkapkan alasannya ikut audisi ketika itu.

Tetapi, kata Inez, saat itu ia juga pernah ragu terkait busana hijabnya. “Semakin terang, waktu itu saya juga pernah ragu, apakah Muslimah berjilbab dapat menjadi artis. Saya ingin mengasah serta memperlawankan performa di bidang akting, tapi masih berjilbab,” tutur gadis asal Bandung itu.

Inez lolos audisi tersebut. Sejak itu ia terlibat dalam produksi dua ffilm pendek, yakni Assalamu’alaikum Sally (dua episode) serta Ramadhan Cantik (Web Series). “Sampai sekarang saya telah membintangi 30 episode Ramadhan Cantik. Alhamdulillah, Maker Film Muslim mengizinkan saya berakting dengan masih berkerudung,” tutur dara yang menyelesaikan pendidikan S1 Komunikasi di Binus Jakarta tahun 2016.

Selain itu, gadis yang kegemaran membaca buku Islam serta Harry Potter itu juga menjadi gaya pemotretan sejumlah butik hijab. Sebut saja Butik Hijab Alsa, Butik Nanabi Collection serta Hijab Sally Heart.

Yang terakhir, bintang film penyuka film-film thriller itu menjadi pemeran mutlak film Mengejar Halal produksi Film Maker Muslim tersebut tayang di bioskop nasional mulai Kamis

Advertisements

Cara Menggunakan Jilbab Untuk Berbagai Acara

Kia tahu bahwa jilbab mejadi pelengka untuk kita bisa menutup aurat sehingga aurat kita tidak terlihat orang lain. Jika melihat di pasar mall ataupub toko online mudah kita jumpai berbagai macam atau jenis model jilbab yang cantik menarik dan indah yang biasanya di pakai oleh anak muda ataupun ibu ibu.

Tren jilbab telah menjadi tahap dari busana yang tudak dapat dihindari. Tren ini biasanya sejalan dengan fashion busana yang kerap dipakai artis/pemain sinetron. Bahkan, tak jarang produsen jilbab menciptakan gaya terakhir pula.
Ika Febri (25), pelaku usaha jilbab mengungkapkan, tren kerudung penutup kepala ini menentukan pasokan jilbab yang ia jual pada pelanggan. Maklum, Ika bukan memproduksi jilbab sendiri.
Namun, ia menjual kembali produk orang lain yang biasanya sedang tren di pasar.
“Kalau berjualan jilbab, tak sebatas transaksi jual beli saja. Selain itu, wajib menunjukkan pada calon pembeli tutorial memakai, sebab tren jilbab terakhir biasanya ada tutorial pakainya,” papar bunda satu anak ini.

Sebab itu pula, Ika membikin beragam tutorial memakai jilbab. Yang terakhir, ia menunjukkan beberapa teknik memakai jilbab instan yang marak di pasar.
Tutorial video itu kemudian ia unggah di media sosial (medsos), bersamaan sejumlah produk jilbab yang ia tawarkan.

“Saya jualnya online serta keliling kantor-kantor. Kalau ditunjukkan tutorial pakai serta diajari juga, biasanya konsumen makin semangat beli,” terangnya.
Melewati tutorial promosi itu, produk yang ia jual rutin laris. Dapat lebih dari dua kodi untuk satu gaya. Dari beberapa gaya ditawarkan, yang paling marak jilbab instan sekali pakai, yang dapat dipakai untuk kardigan.

Baca : cara memakai hijab segi empat kebaya http://www.inkfashionmuslim.com/cara-memakai-jilbab-segi-empat-modern-terbaru/

“Kalau lagi tren bukan lebih lebih 2 minggu dapat habis, kalau nggak habis biasanya telah kemasukan tren baru. Kalau telah gitu, yang lama saya diskon,”